Kehidupan berumah tangga kadang tak bisa dipisahkan dengan hubungan seks. Hubungan seks dapat meningkatkan kebahagiaan dan keharmonisan dalam rumah tangga dan memperkuat hubungan suami dan istri.
Namun, tidak selamanya hubungan seks yang sudah mencapai klimaks dapat dikategorikan sebagai kepuasan seks. Kepuasan seksual berhubungan dengan aktivitas seksual, performa, konsistensi, dan frekuensi orgasme wanita.
Ada penelitian yang menyatakan bahwa orgasme memegang peranan dalam kepuasan seksual wanita, selain frekuensi hubungan seksual, variasi perilaku seksual, sikap positif, serta sikap terbuka terhadap seksualitas. Kepuasan seks juga dapat dikaitkan dengan kualitas hubungan, kedekatan emosional, keintiman, kepuasan seutuhnya dalam perkawinan, komunikasi atas keterbukaan seks, dan budaya.
Tanpa kerja sama dan kemesraan, hubungan seks hanya menjadi satu rutinitas dan dilakukan atas dasar tanggung jawab atau keterpaksaan. Situasi ini akhirnya akan berubah menjadi kebencian apabila hubungan seks tidak lagi memberi kenikmatan kepada pasangan. Padahal, hubungan seks yang intim mampu memberi manfaat kehidupan antarpasangan.
Semua itu hanya bisa terwujud jika kedua pasangan berinteraksi secara baik dan saling membantu dalam mencapai klimaks. Caranya, dengan melakukan rangsangan. Tanpa kerja sama memberi panduan, salah satu pasangan tidak akan sampai ke puncak kepuasan dan hubungan seksual menjadi hambar. Bagikan



0 komentar